Subak Jaka Tabanan Aktif Kembangkan Sistem Pertanian Organik
Tabanan, 12 Maret 2026 - tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) berkunjung ke Subak Jaka, Tabanan. Kunjungan dalam rangka kegiatan pendampingan Lembaga Penerapan Standar di Bali. Subak Jaka merupakan salah satu subak di Bali yang aktif mengembangkan sistem pertanian organik berbasis kearifan lokal.
Kelian Subak Jaka, I Wayan Yusa menjelaskan bahwa dalam praktik budidaya yang dilakukan, petani Subak Jaka mengutamakan penggunaan pupuk organik sebagai sumber nutrisi tanaman. Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis sekitar 10 kg per are. Selain itu menurut Kelian Subak petani di Subak Jaka juga memanfaatkan insektisida nabati, sebagai alternatif pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
I Made Londra, Analis Standardisasi Madya BRMP Bali menjelaskan melalui kegiatan Pendampingan Lembaga Penerap Standar petani didorong untuk menerapkan praktik budidaya yang sesuai dengan prinsip pertanian ramah lingkungan serta mengarah pada pemenuhan standar mutu pertanian. "Penggunaan pupuk kandang memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan kandungan bahan organik tanah, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang berperan penting dalam siklus hara tanaman. Sedangkan penggunaan pestisida nabati memiliki beberapa keunggulan, di antaranya mudah terurai di alam, mengurangi residu kimia pada hasil pertanian, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian" jelasnya.
Londra juga mengatakan dengan dukungan pendampingan teknis dan komitmen petani, Subak Jaka di Kabupaten Tabanan diharapkan mampu menjadi contoh penerapan standar pertanian organik yang berkelanjutan di Provinsi Bali.
"Melalui sinergi antara lembaga pendamping, petani, dan pemerintah daerah, pertanian organik di Bali memiliki peluang besar untuk terus berkembang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal" ujarnya.
(Londra)